Raden Ajeng Kartini lahir pada tahun
1879 di kota Rembang. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat
taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak
diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh
orangtuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan. Kartini
kecil sangat sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak
berani karena takut dianggap anak
ikan
Selasa, 28 Januari 2014
Minggu, 17 November 2013
Alat-alat Pencernaan
Setiap
hari sebagai makhluk hidup kita tidak lepas dari makanan. Lalu
bagaimana makanan yang sudah kita makan tersebut ? Bagaimana makanan
tersebut berjalan dalam perut kita ? Nah, untuk lebih jelasnya kita baca
saja keseluruhan tulisan ini.
Sistem
pencernaan makanan terbagi atas rongga mulut, tekak, kerongkongan,
lambung, usus halus, dan usus besar. Selain itu ada beberapa kelenjar
besar yang memasukkan getahnya ke dalam usus, yaitu hati dan kelenjar
ludah perut.
Rabu, 13 November 2013
Pohon Serba Guna
| Pengetahuan Umum - Dunia Tumbuhan | |
Pohon kelapa yang disebut juga dengan
pohon nyiur biasanya tumbuh pada daerah atau kawasan tepi pantai.
Sangat banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari pohon kelapa. Mulai
dari batang, daun dan buahnya, semua dapat dimanfaatkan. Mungkin karena
manfaatnya sangat banyak, pohon kelapa dijadikan logo "Praja Muda
Karana" (Pramuka) di Indonesia. Dalam klasifikasi tumbuhan, pohon kelapa
termasuk dalam genus : cocos dan species : nucifera. Nah, sekarang mari kita bahas satu persatu bagian dan manfaat dari pohon kelapa. | |
Sampah dan Pengelolaanya
| Sampah & Pengelolaannya |
|
|
|
| Pengetahuan Umum - Bumi Alam dan Lingkungannya | |
Pernahkah kita menghitung sudah berapa banyak sampah yang kita buang dalam sehari. Sisa makanan, kertas,
barang-barang dari plastik, kain-kain bekas, tisu, botol-botol, bahkan
mungkin sampai mainan-mainan atau peralatan rumah dan kendaraan yang
tak terpakai lagi serta masih banyak lagi. Jika kita sedang jalan-jalan,
coba lihat tempat sampah di wilayah pertokoan. Tempat sampah disana
mungkin jadi menggunung dengan kardus-kardus | |
Minggu, 27 Oktober 2013
Mengenal macam-macam hutan
Hutan merupakan salah satu tempat yang
banyak manfaatnya bagi kehidupan makhluk hidup yang ada di dalamnya.
Misalnya tumbuhan dan binatang. Para rimbawan berusaha
menggolong-golongkan hutan sesuai dengan ketampakan khas masing-masing.
Tujuannya untuk memudahkan manusia dalam mengenali sifat khas hutan.
Dengan mengenali betul-betul sifat sebuah hutan, kita akan memperlakukan
hutan secara lebih tepat sehingga hutan dapat lestari, bahkan terus
berkembang. Ada berbagai jenis hutan. Pembedaan jenis-jenis hutan ini
pun bermacam-macam pula. Misalnya:
Menurut asal
Kita mengenal hutan yang berasal dari biji, tunas, serta campuran
antara biji dan tunas. Hutan yang berasal dari biji disebut juga ‘hutan
tinggi’ karena pepohonan yang tumbuh dari biji cenderung menjadi lebih
tinggi dan dapat mencapai umur lebih lanjut. Hutan yang berasal dari
tunas disebut ‘hutan rendah’ dengan alasan sebaliknya. Selain itu ada
Hutan campuran, atau disebut ‘hutan sedang’. Penggolongan lain menurut
asalnya adalah hutan primer dan hutan sekunder. Hutan primer merupakan
hutan yang masih asli dan belum pernah dibuka oleh manusia. Hutan
sekunder adalah hutan yang tumbuh kembali secara alami setelah ditebang
atau kerusakan yang cukup luas. Akibatnya, pepohonan di hutan sekunder
sering terlihat lebih pendek dan kecil. Namun, jika dibiarkan tanpa
gangguan —misalnya, selama ratusan tahun— kita akan sulit membedakan
hutan sekunder dari hutan primer.|
Hutan dapat dibedakan sebagai hutan dengan permudaan
alami, permudaan buatan, dan permudaan campuran. Hutan dengan permudaan
alami berarti bunga pohon diserbuk dan biji pohon tersebar bukan oleh
manusia, melainkan oleh angin, air, atau hewan. Hutan dengan permudaan
buatan berarti manusia sengaja menyerbukkan bunga serta menyebar biji
untuk menumbuhkan kembali hutan. Hutan dengan permudaan campuran berarti
campuran kedua jenis sebelumnya. Di daerah beriklim sedang, perbungaan
terjadi dalam waktu singkat, sering tidak berlangsung setiap tahun, dan
penyerbukannya lebih banyak melalui angin. Di daerah tropis, perbungaan
terjadi hampir sepanjang tahun dan hampir setiap tahun. Sebagai
pengecualian, perbungaan pohon-pohon dipterocarp (meranti) di Kalimantan
dan Sumatera terjadi secara berkala. Pada tahun tertentu, hutan meranti
berbunga secara berbarengan, tetapi pada tahun-tahun berikutnya meranti
sama sekali tidak berbunga. Musim bunga hutan meranti merupakan
kesempatan emas untuk melihat biji-biji meranti yang memiliki sepasang
sayap melayang-layang terbawa angin.
Berdasarkan susunan jenisnya, kita mengenal hutan
sejenis dan hutan campuran. Hutan sejenis, atau hutan murni, memiliki
pepohonan yang sebagian besar berasal dari satu jenis, walaupun ini
tidak berarti hanya ada satu jenis itu. Hutan sejenis dapat tumbuh
secara alami baik karena sifat iklim dan tanah yang sulit maupun karena
jenis pohon tertentu lebih agresif. Misalnya, hutan tusam (pinus) di
Aceh dan Kerinci terbentuk karena kebakaran hutan yang luas pernah
terjadi dan hanya tusam jenis pohon yang bertahan hidup. Hutan sejenis
dapat juga merupakan hutan buatan, yaitu hanya satu atau sedikit jenis
pohon utama yang sengaja ditanam seperti itu oleh manusia, seperti
dilakukan di lahan-lahan HTI (hutan tanaman industri). Penggolongan lain
berdasarkan pada susunan jenis adalah hutan daun jarum (konifer) dan
hutan daun lebar. Hutan daun jarum (seperti hutan cemara) umumnya
terdapat di daerah beriklim dingin, sedangkan hutan daun lebar (seperti
hutan meranti) biasa ditemui di daerah tropis.
Kita dapat membedakan hutan sebagai hutan seumur
(berumur kira-kira sama) dan hutan tidak seumur. Hutan alam atau hutan
permudaan alam biasanya merupakan hutan tidak seumur. Hutan tanaman
boleh jadi hutan seumur atau hutan tidak seumur.
|
Senin, 18 Februari 2013
Langganan:
Postingan (Atom)
barang-barang dari plastik, kain-kain bekas, tisu, botol-botol, bahkan
mungkin sampai mainan-mainan atau peralatan rumah dan kendaraan yang
tak terpakai lagi serta masih banyak lagi. Jika kita sedang jalan-jalan,
coba lihat tempat sampah di wilayah pertokoan. Tempat sampah disana
mungkin jadi menggunung dengan kardus-kardus